Selasa, 26 Mei 2020

KPUKotaBogor - Generasi milenial yang didominasi oleh pemilih muda karena jumlahnya yang cukup signifikan menjadi pemilih potensial dalam menentukan jumlah partisipasi Pemilu tahun 2019. Karakteristik utama dari generasi ini adalah tingginya keterlibatan mereka di media sosial. Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, menyebabkan penyebaran informasi semakin cepat dan tidak terbendung. Fakta menunjukkan pada saat Pemilu khususnya Pilpres, telah terjadi polarisasi antar pendukung Calon Presiden. Berdasarkan hal tersebut, KPU membentuk relawan demokrasi (relasi) segmen Pemilih muda dan pemula. Agen Relasi ini berorientasi melakukan sosialisasi mengenai kepemiluan dan fokus kepada generasi milenial yang didominasi oleh anak-anak muda. Salah satu materi sosialisasinya adalah mengajak mereka agar melek terhadap politik, karena tidak sedikit yang beranggapan bahwa generasi Z ini, cenderung apatis terhadap demokrasi dan pilihan politiknya.

Namun demikian, generasi milenial di Kota Bogor cenderung tidak hanya aktif tetapi juga cukup proaktif untuk terlibat dalam kepemiluan. Hal ini terbukti dengan banyaknya keterlibatan mereka sebagai penyelenggara Pemilu ditingkat TPS yaitu sebagai KPPS. Seperti yang dinyatakan oleh Samsudin, selaku Ketua KPU Kota Bogor dalam kesempatannya wawancara dengan pihak RRI Bogor pada Senin, 02 Maret, di Jl Pangrango No. 34, yang menyatakan, “dari 3209 (tiga ribu dua ratus sembilan) TPS, sekitar 3 (tiga) ribu pemilih milenial terlibat dalam KPPS”.

Dalam dialog yang bertajuk “persepsi pemilih milenial terhadap demokrasi, dengan studi kasus pada Pemilu 2019” ini, RRI tidak hanya mengundang Ketua KPU Kota Bogor namun juga mengajak relawan demokrasi segmen Pemilih muda dan pemula Kota Bogor. Dalam dialognya, agen Relasi ini menyatakan bahwa tidak sedikit mahasiswa di Kota Bogor yang telah melek politik, dan ini dibuktikan dengan cukup tingginya keingintahuan mereka terhadap para Calon Presiden dan Wakil Presiden yang akan mereka pilih. Walupun tidak sedikit juga yang ikut berpartsipasi dalam Pemilu hanya sekedar ingin eksis di media sosial. (LM/Hupmas)

 

Link