Sabtu, 23 Juni 2018

4 HARI

 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Prov. Jawa Barat melakukan sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 di Desa Kertajadi, Kec. Cidaun, Kab. Cianjur, Rabu, (28/3/2018). Kegiatan bertemakan sosialisasi partisipasi pemilih perempuan dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur jawa barat tahun 2018. Kegiatan diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan penyampaian sambutan. Sambutan pertama oleh Camat Cidaun, dan dilanjutkan dengan materi sosialisasi olwh dua Komisioner KPU Prov. Jawa Barat, Nina Yuningsih dan Endun Abdul Haq.

Nina Yuningsih dihadapan sekitar 100 orang peserta menyampaikan beberapa hal:
1. Ia mengajak kepada seluruh perempuan di jawa barat pada umumnya dan perempuan di kertajadi pada khususnya untuk melek politik. Paling tidak harus berpartisipasi menggunakan hak pilihnya dalam Pilgub Jabar 2018, Rabu, 27 Juni mendatang. Perempuan tidak boleh acuh tak acuh apalagi apatis dalam memilih pemimpin. Sebab hasil pilihan akan berpengaruh langsung pada perempuan utamanya tentang kebijakan yang nanti di ketok palu oleh pemimpin. Sehingga partisipasi aktif perempuan sangat dibutuhkan.

2. Jumlah pemilih perempuan di jawa barat itu lebih tinggi dibanding laki-laki sehingga pemilih perempuan menjadi penentu terpilihnya seorang pemimpin di jawa barat.

3. Ia juga menyampaikan syarat memilih, yakni yang telah berumur 17 tahun atau yang sudah menikah walau dibawa usia 17 tahun.

4. Para perempuan harus memilih sesuai hati nurani. Perempuan tidak boleh memilih hanya gegara isi amplop, juga tidak boleh terpengaruh oleh kampanye hitam maupun kampanye negatif.

Endun Abdul Haq:
Diawali dengan materi senam otak dan membangkitkan semangat para ibu-ibu Kertajadi dalam mengikuti sosialisasi Pilgub Jabar 2018. Endun Abdul Haq pada kesempatan tersebut menyampaikan beberapa hal terkait pemilihan umum. Yakni harus memiliki KTP elektronik. Jika tidak memiliki KTP elektronik, harus memiliki Suket. Selain itu, para pemilih diminta untuk tidak lupa membawa formulir C6 atau surat undangan dan KTP elektronik.

 

Pertemuan tersebut juga diselingi dengan menyampaikan pertanyaan kepada peserta sosialisasi dan memberi doorprize dan marchandise kepada peserta yang berhasil menjawab yang benar.


(Sumber: Website Resmi KPU Jabar)

 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Tidak seperti Pilgub Jabar sebelumnya, pada Pilgub Jabar 2018, KPU membantu paslon menyiapkan bahan kampanye.

Berdasarkan informasi yang didapat Tribun Jabar dari Bagian Hukum, Teknis, dan Hupmas KPU Jabar, pembuatan bahan kampanye menghabiskan biaya sekira Rp 5 Miliar.

Dana tersebut didapat dari APBD Provinsi Jawa Barat.

Ada empat jenis bahan kampanye yang dibantu oleh KPU Jabar yaitu flyer, leaflet, poster, dan selembaran.

Setiap jenis bahan kampanye dicetak sebanyak 1,5 juta lembar.

"Kami sudah menyiapkan mencetak masing-masing untuk bahan kampanye, mendapat 4 jenis bahan kampanye sebanyak 1,5 juta lembar. Total ada enam juta lembar bahan kampanye," ujar Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat, ketika ditemui di Kantor KPU Jabar, Rabu (14/2/2018).

KPU Jabar mempersilakan setiap paslon menyebarkan bahan kampanye tersebut saat kampanye.

Selain itu, KPU Jabar juga mempersilakan setiap paslon membuat baham kampanye sendiri.

"PKPU Nomor 4 tentang kampanye memperbolehkan paslon membuat bahan kampanye sendiri. Banyaknya 100 persen," ujarnya.

Semisal KPU Jabar mencetak 1,5 juta lembar flyer, maka timses paslon pun boleh mencetak flyer berjumlah maksimal 1,5 juta lembar.

Rencananya bahan kampanye tersebut akan diserahkan secara simbolis pada tim sukses paslon hari ini, Kamis (15/2/2018).

Masa kampanye dimulai hari ini, Kamis (15/2/2018) hingga Sabtu (23/6/2018).

Sedangkan Pilgub Jabar digelar pada Rabu (27/6/2018).

 

sumber: TribunNews.com

KPU KOTA BOGOR

Link

Link MK 

Link DKPP