Sabtu, 26 Mei 2018

31 HARI

 

www.kpu-bogorkota.go.id – Setelah bimbingan teknis (bimtek) Pemungutan dan Penghitungan Suara (P2S) serta Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara, KPU Kota Bogor kembali melaksanakan bimtek bagi PPK se-Kota Bogor dengan bertajuk Pelayanan Disabilitas dalam Pemungutan Suara pada Pilkada Serentak Tahun 2018, Kamis-Jumat (24-25/5/2018) di ruang Himalaya, Salak Tower Hotel Bogor.

Komisioner KPU Kota Bogor Divisi Teknis Samsudin menuturkan, bimtek bertujuan memberikan pemahaman terkait penyediaan fasilitas bagi rekan-rekan pemilih disabilitas saat Pilkada mendatang.

“Sebab dalam UU no. 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dinyatakan bahwa mereka punya kedudukan dan hak yang sama untuk menyalurkan suaranya dalam Pilkada dan Pemilu,” tutur Samsudin.

Senada, Kepala Bidang Pendidikan Politik PPUA Penca Mahmud Fasa sebagai pemateri mengatakan, berdasarkan UUD 1945 Pasal 28 H ayat 2 amandemen ke 2 UUD 1945, setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. Maka KPU sebagai penyelenggara wajib menyediakan sarana bagi pemilih disabilitas dalam menyalurkan suaranya pada hari H.

“Sebab disabilitas bukan kehendak mereka. Sudah menjadi hak mereka mendapat fasilitas negara. Hal tersebut penting dalam meningkatkan partisipasi teman-teman disabilitas,” tutur Mahmud.

Ia juga mengimbau, aksesibilitas TPS perlu diperhatikan agar memudahkan pemilih disabilitas dalam menjangkau tahapan pencoblosan.

“TPS tidak perlu di tempat yang bagus atau mewah, yang penting aksesibel,” pungkasnya.

Materi berikutnya disampaikan Ketua Panwaslu Kota Bogor, Yustinus Elyas Mau. Peran Panwaslu bagi penyandang disabilitas, kata Elyas, yakni melakukan pengawalan terhadap kaum disabilitas agar kebutuhan mereka bisa terfasilitasi dengan baik oleh KPU. Adapun fasilitas yang harus disediakan KPU antara lain alat bantu pencoblosan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan bantuan dari petugas kepada penyandang disabilitas yang tidak mampu mencoblos sendiri dengan ketentuan wajib menjaga kerahasiaan.

Menurutnya, peran para penyandang disabilitas sangat penting dalam setiap pemilihan. Terlebih, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memilih calon kepala daerah dalam setiap pemilu. (HUPMAS)

 

www.kpu-bogorkota.go.id – KPU Kota Bogor kian masif mempersiapkan segala tahapan jelang Pilkada Serentak Tahun 2018. Salah satunya dengan melaksanakan bimbingan teknis Pemungutan dan Penghitungan Suara serta Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara kepada PPK se-Kota Bogor di Salak Tower Hotel, Kamis-Jumat (17-18/5).

Dengan dimoderatori oleh Koordinator JPPR Kota Bogor Rasyid Ridho, materi pertama tentang skema pengamanan pemungutan dan penghitungan suara disampaikan oleh AKP Diana Sulistiowati. Menurut AKP Diana, seluruh pola pengamanan yang telah disusun oleh pihaknya dalam mengamankan penyelenggaraan Pilkada mendatang akan efektif bila dibarengi sinergitas pihak lain, dalam hal ini penyelenggara di lingkungan TPS dan warga sebagai pemilih. AKP Diana juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak terpengaruh oleh ajakan yang tidak bertanggung jawab saat menggunakan hak pilih.

Materi kedua tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara (P2S) dan jadwal bimtek mengenai P2S secara berjenjang untuk PPS dan KPPS disampaikan oleh Komisioner KPU Kota Bogor Divisi Teknis Samsudin. Ia mengatakan, tujuan dari bimtek ini tak lain untuk memberi pemahaman kepada PPK sebagai kepanjangan tangan KPU agar kemudian dapat melakukan bimtek terhadap PPS dan KPPS dengan tepat sasaran.

“Saya berharap proses bimtek secara berjenjang kepada PPK, PPS dan KPPS dapat berjalan efektif sehingga proses P2S di TPS pada hari H berjalan dengan aman, lancar dan benar,” harap Samsudin.

Terakhir, yang menjadi materi utama dalam bimtek adalah Catur Sukses Tungsura. Materi tersebut disampaikan langsung oleh Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat Divisi Teknis, Endun Abdul Haq.

Berikut isi Catur Sukses Tungsura:

  1. Sukses Pemungutan dan Penghitungan Suara (P2S) Hari H, dengan indikator lancar hak pilih, lancar logistik, tepat waktu P2S dan tidak ada pemungutan suara ulang.
  2. Sukses Administrasi C1 dan Sertifikat C1, dengan indikator tepat waktu penulisan C1, Jutirat (Jujur, teliti dan akurat), benar pengisian sertifikat dan penyampaian C1 untuk scan dan Situng.
  3. Sukses Rekapitulasi Semua Tingkatan, dengan indikator tepat waktu rekapitulasi, Jutirat, penyampaian rekapitulasi untuk Situng dan semua keberatan selesai di tingkat PPK.
  4. Sukses Situng, dengan indikator lancar pengiriman C1 scan, cepat pengiriman dan input data C1 serta kelengkapan hasil scan & input seratus persen TPS tepat waktu.

“Catur sukses ini konsep yang saya pikirkan secara mendalam. Karena saya yakin kalau dipersiapkan dengan baik, minimal 50 persennya akan berhasil. Kalau tidak punya target, nanti Pilkada akan gitu-gitu saja. Saya ingin Pilkada Serentak yang merupakan hajat besar termasuk di Kota Bogor ini memiliki visi, misi dan mimpi yang jauh ke depan. Mimpi kita bersama inilah yang saya tuangkan dalam Catur Sukses Tungsura,” papar Endun. (HUPMAS)

 

 

 

 

 

KPU KOTA BOGOR

Link

Link MK 

Link DKPP