Rabu, 22 Februari 2017

 

Kendati Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bogor masih lama, namun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor terus bergeriliya dengan menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan sosialisasi persiapan Pilkada serentak Tahun 2018 di acara Minggon Kecamatan Bogor Utara, Rabu (22/2).

Komisioner KPU Kota Bogor Siti Natawati mengungkapkan, agenda hari ini yaitu menyampaikan berbagai program dan tahapan yang akan dilakukan KPU Kota Bogor dalam Pilkada 2018. Meski pilkada masih jauh-jauh hari KPU merasa perlu untuk melakukan sosialisasi dan koordinasi kepada para camat dan lurah agar dlm proses perekrutan panitia penyelenggara di tingkat kecamatan dan kelurahan dapat dipersiapkan dengan baik.

“Sosialisasi peran pemerintah Daerah khususnya dalam pembentukan Badan Adchok, dan Badan Adhock dalam hal ini PPK,PPS dan KPPS,” kata Siti.

Lebih jauh dia mengatakan, Proses perekrutan PPK dan PPS diperkirakan bulan November dan Desember 2017. Dan Seleksi penerimaan anggota PPK,PPS dan KPPS dilaksanakan secara terbuka dengan memperhatikan kompetensi, kapasitas,integritas  dan kemandirian calon.

“Kita akan mulai lakukan perekrutan pada November 2017 ini,” ujarnya.

Adapaun Persyaratan penting yang disampaikan untuk menjadi anggota PPK, PPS dan KPPS diantaranya berusia 25 Tahun, tidak menjadi anggota Parpol dan belum menjabat 2 ( dua) periode dalam pelaksanaan Pilgub,Pilgub/ pilwakot serta pileg dan pilpres.Periode pertama di mulai Tahun 2005 hingga 2009, Periode kedua dimulai Tahun 2010. (azis/ira

www.kpu-bogorkota.go.id – Pilkada serentak tahap kedua yang dilaksanakan pada Rabu (15/02) digelar di 101 (seratus satu) daerah, salah satu daerah yang mengikutinya adalah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Pada kesempatan kali ini KPU Kota Bogor Bogor melaksanakan kunjungan kerja ke KPU Kota Administratif Jakarta Selatan, KPU Kota Administratif Jakarta Barat dan KPU Republik Indonesia. 

Kunjungan yang bertujuan untuk melihat secara langsung pemilihan suara di tempat pemungutan suara  (TPS) ini, dibagi kedalam dua tim yang diikuti oleh seluruh Komisioner KPU Kota Bogor beserta Sekretaris dan jajaran Kasubagnya dengan satu orang Staf Bidang Kependudukan dari Disdukcapil Kota Bogor.

Dari kunjungan di beberapa TPS di Wilayah Jakarta Selatan dan TPS di Jakarta Pusat, yang dapat dipelajari oleh KPU Kota Bogor adalah hal yang terkait dengan pemilih atau pemutakhiran data pemilih, integritas penyelenggara di tingkat TPS, dan pemahaman terhadap proses, aturan pemungutan serta penghitungan suara yang berlaku.

Belajar dari hal tersebut, terkait dengan pemutakhiran data pemilih bahwa memberikan informasi mengenai terdaftarnya mayarakat dalam daftar pemilih tetap (DPT) lebih penting, walaupun penggunaan e-KTP dan surat keterangan dari Disdukcapil pada saat pemungutan suara berlangsung diperbolehkan, namun hal tersebut akan sangat mempengaruhi ketersediaan surat suara dan surat suara cadangan.

Tak kalah pentingnya adalah pemahaman dan integritas para penyelanggara di tingkat TPS,  perlunya bimbingan teknis yang sangat memadai, terkait dengan proses, prosedur dan konsekuensi hukum apabila melanggar aturan yang berlaku, serta pemahaman dari pengawas lapangan dan saksi dari peserta Pilkada serentak menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan.

 

 

 

 

Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 09.07.2014 07:00

Link

Link MK 

Link DKPP