Kamis, 05 Maret 2015

 

 

 

www.kpu-bogorkota.go.id - Rabu, 28 Januari 2015.  Pakar Pemilihan Umum Internasional dari Irlandia, Mr. Ronan McDermott berkunjung ke KPU Kota Bogor yang didampingi oleh staf IFES (International Foundation for Electoral Systems) untuk mempelajari sistem Pemilu di Indonesia yang terkesan rumit. Ia terkesan dan mengapresiasi KPU dalam mempublikasikan hasil Scan Formulir C-1 dari setiap TPS dalam Pemilu Tahun 2014, yang menurutnya merupakan hal yang baru di dunia.  Mr Ronan yang baru pertama kalinya datang ke Indonesia memilih KPU Kota Bogor sebagai salah satu kajiannya, karena ia membaca berita di antaranews.com dan website KPU Kota Bogor,  bahwa KPU Kota Bogor pernah menerapkan e-voting dalam pemilihan Ketua RW Tahun 2011 dan pada tahun ini berencana menosialisasikan e-voting bekerjasama dengan Pemkot Bogor. Sebagai pakar Pemilu Internasional, khususnya dalam bidang teknologi Pemilu, selain untuk mempelajari mekanisme dan proses Pemilu di Indonesia, juga ingin mengetahui prospek penerapan teknologi informasi dalam penyelenggaraan Pemilu di Indonesia, baik dalam bentuk teknologi pengiriman hasil penghitungan suara (e-counting) maupun dalam mekansime dan proses pemungutan dan penghitungan suara elektronik (e-voting). Ia juga menceritakan pengalaman hasil risetnya di berbagai negara di dunia, seperti Amerika Serikat, Kenya, Afrika Selatan, Korea Selatan, Guyana, India, Brazil dan Fiji.
Dalam pembicaraan tersebut dikemukakan bahwa penerapan e-voting dalam Pemilu memerlukan pertimbangan yang matang, selain seluruh warga negara sudah memiliki e-KTP sebagai syarat utama penerapan e-voting, data kependudukan sudah akurat, juga sistem e-voting harus sudah teruji dan mendapat kepercayaan publik. Apabila kondisinya belum memungkinkan, penyelenggaraan Pemilu dengan sistem manual dan sistem penghitungan suara menggunakan sarana teknologi informasi (e-counting) yang memungkinkan proses penghitungan yang cepat dan transfaran dipandang masih efektif diterapkan dalam penyelenggaraan Pemilu dengan perbaikan-perbaikan yang dapat lebih meningkatkan akurasi data Pemilu. Sosialisasi penerapan teknologi informasi dalam Pemilu diperlukan agar masyarakat familiar dengan teknologi Pemilu dan secara perlahan dapat menumbuhkan kepercyaan publik apabila suatu saat sistem pemilu elektronik diterapkan (e-counting maupun e-voting). Mr. Ronan tidak merekomendasikan penerapan teknologi Pemilu yang paling baik, karena semuanya tergantung dari kebijakan DPR, Pemerintah dan penyelenggara Pemilu (KPU). Negara-negara yang pernah menggunakan sistem e-voting dan e-counting memiliki alasan yang berbeda-beda, bahkan di negaranya sendiri, Irlandia, pernah menerapkan e-voting tetapi kembali pada sistem pemberian suara manual. Pengalaman Pemilu di negaranya, Irlandia, yang menggunakan Sistem Pemilu PR-STV (Proportional Representation-Single Transferable Vote) kalau menggunakan proses penghitungan secara manual memerlukan waktu 6 (enam) hari sedangkan dengan pemanfaatan teknologi informasi dapat diselesaikan dalam waktu 15 menit saja
Pada kesempatan penerimaan kunjngan ini, Ketua KPU Kota Bogor Drs. Undang Suryatna, M.Si.  menjelaskan bahwa apabila e-voting akan diterapakan maka data kependudukan sudah akurat dan seluruh warga negara sudah memiliki e-KTP serta tersedianya sumberdaya dan teknologi  yang dibutuhkan, selain itu untuk mendapatkan kepercayaan publik diperlukan audit teknologi perangkat e-voting di sebelum (pre) dan sesudah (post) pelaksanan Pemilu yang melibatkan peserta Pemilu dan lembag independen yang kompeten dalam bidang IT,  seperti perguruan tinggi dan sebagainya. Selanjutnya ia menambahkan bahwa sosialisasi penerapan teknologi informasi dalam pemilihan (e-voting) sebaiknya harus sudah mulai dilakukan, misalnya alam pemilihan Ketua RT, Ketua RW, Ketua OSIS atau Ketua BEM, sehingga masyarakat mulai familiar dengan pemanfaatan teknologi dalam Pemilu.
Mr. Ronan datang ke Indonesia atas undangan IFES untuk menjadi pembicara  dalam suatu seminar yang akan diselenggarakan di Jakarta dimana ia akan menyampaikan hasil riset Pemilu yang pernah dilakukannya di berbagai negara.  Perbincangan yang berlangsung di ruang rapat KPU Kota Bogor  ini pun diakhiri dengan pemberian plakat dan foto bersama.

 

 

 

 

 

 

Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 09.07.2014 07:00

Link

Link MK 

Link DKPP