Rabu, 24 Januari 2018

153 HARI

 

www.kpu-bogorkota.go.id – Sebanyak tiga bakal pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor berhasil mengantongi tanda terima dari KPU Kota Bogor pada hari terakhir masa pendaftaran, Rabu (10/01). Tanda terima tersebut menyatakan syarat minimal pendaftaran telah dipenuhi para bapaslon.

Dalam proses pemeriksaan berkas syarat calon dan pencalonan Bima-Dedie dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat.

“Pasangan bima relatif lengkap,” tutur Ketua KPU Kota Bogor, Undang Suryatna.

Pasangan yang diusung Demokrat, PAN, Golkar, Hanura dan NasDem tersebut berhasil mengantongi tanda terima dari KPU Kota Bogor.

Sementara berkas syarat pendaftaran bapaslon perseorangan Edgar-Sefwelly sempat dikembalikan lantaran dianggap belum lengkap.

Ketua Pokja Pencalonan KPU Kota Bogor Edi Kholki mengatakan, pasangan Edgar-Sefwelly belum mendapat tanda terima dan dianggap belum mendaftar.

"Sekarang kan teknologi sudah canggih. Misal harus ngurus ke Jakarta, tinggal difoto saja tanda terimanya terus kirim ke kita, bisa kok. Nanti tinggal diperbaiki pada 18, 19 dan 20 Januari," jelas Edi.

Tanpa berlama-lama, tim Edgar-Sefwelly bergegas melengkapi dua syarat penting yaitu surat keterangan tidak pailit yang dikeluarkan Pengadilan Niaga di Jakarta dan surat keterangan tidak tercabut hak pilihnya yang diterbitkan Pengadilan Negeri Bogor. Sekitar pukul 18:00 WIB, pasangan tersebut dinyatakan memenuhi syarat dan mendapat tanda terima.

Selanjutnya, bapaslon terakhir yang mendaftar adalah Ruyat-Zaenul. Pasangan yang diusung Partai Gerindra, PPP dan PKS tersebut menutup masa pendaftaran dengan juga mengantongi tanda terima.

“Semua bapaslon sudah mendapat tanda terima. Paling tidak syarat minimal sudah terpenuhi. Ini ditindaklanjuti nanti untuk penelitian administrasi. Hasil penelitian akan kita serahkan tanggal 16-17 Januari dan mereka bisa perbaiki pada 18-20 apa saja yang dianggap belum memenuhi syarat,” papar Undang.

Setelah itu, Undang menambahkan, tidak ada lagi masa perbaikan. Maka semua kekurangan harus dilengkapi tanpa terkecuali.

Selain tanda terima, para bapaslon juga menerima surat pengantar pemeriksaan kesehatan di RSAL Mintoharjo Jakarta.

“KPU akan memfasilitasi bakal calon walikota dan wakil walikota untuk berangkat dalam satu bus ke RSAL Mintohardjo yang telah ditunjuk sebagai rumah sakit mitra," kata Undang. (HUPMAS)

 

www.kpu-bogorkota.go.id – Dadang Iskandar Danubrata dan Sugeng Teguh Santoso (STS) resmi mendaftar sebagai Bakal Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor tahun 2018 ke kantor KPU Kota Bogor, Selasa (9/1). Bapaslon yang diusung oleh PDIP dan PKB ini datang dengan berkas pencalonan yang lengkap dan memenuhi syarat.

“Oleh tim verfikator KPU Kota Bogor, berkas calon dan pencalonan (formulir b, b1, b2, b3, b4 kwk) pasangan Dadang-STS dinyatakan lengkap lalu diberikan tanda terima,” tutur Ketua Pokja Pencalonan KPU Kota Bogor, Edi Kholki.

Selain tanda terima, Dadang-STS juga menerima surat pengantar pemeriksaan kesehatan di RSAL Mintoharjo Jakarta. “KPU akan terus mendampingi saat pemeriksaan kesehatan selama dua hari tiga malam, antara 8-15 Januari 2018,” papar Edi.

Selanjutnya, tambah Edi, pengumuman hasil verifikasi keabsahan berkas syarat pencalonan akan diumumkan pada 17 Januari dan 18-20 Januari adalah masa perbaikan.

Usai mengantongi tanda terima, Dadang dan STS dalam konferensi pers menyampaikan visinya yakni terwujudnya Bogor berdaya, mandiri dan berbudaya dilandasi nilai-nilai agamis serta gotong-royong.

“Kemudian misinya, mewujudkan kualitas hidup masyarakat Kota Bogor yang lebih maju dan sejahtera, mewujudkan masyarakat Kota Bogor yang berkarakter, berdaya saing dan mandiri, mewujudkan lingkungan Kota Bogor yang bersih, indah, tertib dan nyaman, mewujudkan Kota Bogor yang adil, demokratis, toleran dan berkesinambungan, berbasiskan kearifan dan sumber daya lokal,” papar Dadang. (HUPMAS)

JDIH

KPU KOTA BOGOR

Link

Link MK 

Link DKPP