Senin, 19 November 2018

Komisi Pemilihan Umum Kota Bogor menggelar acara gerakan melindungi hak pilih serentak nasional dan pencermatan terhadap daftar pemilih tetap pemilu tahun 2019.Acara berlangsung di Kantor KPU Kota Bogor, Jalan Loader No. 7 Baranangsiang Kota Bogor. Kegiatan ini sebagai bentuk tindak lanjut dari surat KPU RI mengenai tata cara penyempurnaan DPTHP-1 (Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan) dalam rangka menjamin hak pilih warga negara Republik Indonesia dalam pemilihan umum tahun 2019.

Undang Suryatna selaku Ketua KPU Kota Bogor menyampaikan bahwa GMHP adalah program KPU RI untuk melakukan penyempurnaan data pemilih dari 1 sampai 28 Oktober 2018. Penyempurnaan data pemilih mencakup dalam tiga hal yaitu pemilih yang sudah memenuhi syarat tapi belum terdaftar, adanya tanggapan masyarakat tentang pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat, misal karena meninggal dunia atau perubahan status sipil menjadi militer, dan apabila adanya kesalahan elemen data atau tidak lengkap. Maka ini adalah kesempatan bagi masyarakat untuk memperbaiki termasuk apabila ditemukannya pemilihan ganda.    

Dalam kegiatan ini, KPU Kota Bogor turut mengundang Muspida Kota Bogor, Bawaslu Kota Bogor, Disdukcapil Kota Bogor, instansi terkait Pemkot Kota Bogor, Direktur Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Kota Bogor, MUI Kota Bogor, unsur Kepemudaan Kota Bogor, Ketua Forum Pondok Pesantren Kota Bogor, unsur pimpinan partai politik Kota Bogor dan komunitas penyandang disabilitas Kota Bogor untuk bersama-sama melakukan pengecekan. Sehingga dapat memastikan bahwa sudah terdaftar sebagai pemilih tetap. Asisten administrasi pemerintah Kota Bogor, Hanafi menghimbau masyarakat untuk ikut mendukung GMHP demi suksesnya pemilu 2019. Ketua Bawaslu, Ahmad Fathoni menuturkan dengan adanya GMHP diharapkan meningkatnya akurasi data pemilih tetap dan meminimalisir kesalahan seperti pemilih ganda.

Diakhir acara komisioner divisi teknis, Samsudin, memandu secara langsung peserta yang hadir untuk mengecek bersama melalui website lindungihakpilihmu.go.id atau melalui aplikasi berbasis android yang tersedia di playstore bernama KPU RI Pemilu 2019. Cukup dengan mencantumkan NIK dan nama depan, masyarakat sudah bisa memastikan apakah dirinya sudah terdaftar sebagai pemilih tetap.

Undang Suryatna juga memaparkan, adapun masyarakat yang belum terdaftar sebagai pemilih tetap, bisa mengklik lapor pada aplikasi dan memasukan identitasnya. Kemudian dari KPU RI data tersebut akan dikirim ke kelurahan sesuai dengan alamat yang bersangkutan.  Untuk memastikan alamat pelapor, pihak kelurahan akan mengecek ke disdukcapil. Apabila sudah sesuai maka datanya akan dimasukkan kedalam daftar pemilih. Terkait dengan gerakan ini KPU Kota Bogor berharap masyarakat menggunakan kesempatan ini sebaiknya.

 

Ketiga kalinya SMK Pembangunan melakukan pemilihan ketua OSIS dan ketua MPK dengan menggunakan E-Voting. Sebelum dilaksanakannya pesta demokrasi, ketua KPU Kota Bogor, Undang Suryatna menyampaikan sosialisasi mengenai pemilu bagi para siswa khusunya bagi siswa-siswi yang memenuhi syarat untuk menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2019 yang akan datang. Sebanyak 8 calon ketua OSIS dipasangkan bersama ketua MPK dan ada sekitar 1500 siswa yang menggunakan hak pilihnya sebagai wujud partisipasi dalam kegiatan tersebut.

KPU KOTA BOGOR

Link

Link MK 

Link DKPP