Minggu, 22 April 2018

65 HARI

 

www.kpu-bogorkota.go.id - Dalam rangka menyambut Pilkada 2018, KPU Kota Bogor masih terus menggalakkan program sosialisasi kepada semua elemen masyarakat. Yang berbeda kali ini, selain bersama agen sosialisasi, kegiatan tersebut dilakukan oleh Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) Merdeka Kota Bogor melalui panggung seni. Bertajuk Jelajah Retropeksi Kota Hujan, kegiatan tersebut berlangsung di Taman Ekspresi Sempur, Minggu (1/4) pagi hingga malam hari.

Komisioner Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Bambang Wahyu mengatakan, segmentasi sosialisasi kali ini dikhususkan untuk merangkul masyarakat marjinal yang terdiri dari anak-anak jalanan, musisi jalanan dan Pekerja Seks Komersial (PSK).

“Kegiatan KPJ yang bermitra dengan KPU ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat marjinal dalam Pilkada 2018. Harapan kita, sebaran informasi yang dilakukan KPJ Merdeka kepada masyarakat marjinal bisa lebih masif sehingga mereka mau menyalurkan hak pilihnya pada 27 Juni 2018,” tutur Bambang.

Menurutnya, KPU juga harus mengakomodasi kepentingan masyarakat marjinal sebab mereka pun memiliki hak konstitusi dalam menggunakan hak pilih.

“Harapan berikutnya, ritme partisipasi di Kota Bogor yang sudah baik akan semakin meningkat,” pungkas Bambang.

Pagelaran seni yang diselenggarakan KPJ Merdeka tersebut menampilkan sekitar 20 musisi jalanan. Selain itu juga menampilkan tarian khas Sunda Jaipong, musik khas Sunda Karinding Bambu serta musikalisasi puisi.

Ketua KPJ Merdeka sekaligus ketua pelaksana Rizal alias Ucok berpendapat, kondisi politik negara yang notabene masih merangkak dewasa ini sangat memerlukan adanya edukasi kepada setiap lapisan masyarakat agar tidak “alergi” dengan bahasa politik atau pesta demokrasi. Sebab, menurutnya, hal tersebut dapat menimbulkan golput yang kemudian berujung pada rasa tidak saling memiliki antarbangsa.

“Maka kami mengajak teman-teman, tidak hanya musisi jalanan tadi juga ada beberapa PSK yang kami ajak sosialisasi bahwanya mereka juga punya hak yang sama dalam pemilihan kepala daerah. Jangan sampai golput, itu sangat merugikan apalagi sampai merasa tidak memiliki negara ini karena merasa tidak pernah memilih,” papar Rizal.

Kerja sama KPJ dengan KPU ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya, dengan sebutan Relawan Demokrasi (Relasi), mereka pernah melakukan kegiatan serupa. Dari sekitar 13 titik kantong pengamen di Kota Bogor, sebagian besar memberikan respons positif. Bahkan tidak sedikit masyarakat marjinal yang bukan penduduk Kota Bogor turut berpartisipasi dalam sosialisasi tersebut.

“Terbukti pagelaran ini dapat terlaksana karena respons dari kawan-kawan marjinal sangat bagus. Harapan kami untuk pemimpin Kota Bogor berikutnya, kami akan dukung siapapun yang tepilih selama mereka benar dalam mengambil kebijakan dan pro terhadap apa yang dibutuhkan masyarakat Kota Bogor,” tutup Rizal. (HUPMAS)

KPU KOTA BOGOR

Link

Link MK 

Link DKPP