Jumat, 17 Agustus 2018

Terima Kasih Warga Kota Bogor atas Partisipasi dalam PILKADA SERENTAK 2018

www.kpu-bogorkota.go.id -  Tahapan demi tahapan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2018 di Kota Bogor akhirnya mencapai puncaknya. Kamis, 5 Juli 2018 bertempat di Ballroom Pajajaran Suites, KPU Kota Bogor menyelenggarakan salah satu hajat besarnya yakni Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Walikota dan Wakil Walikota Bogor.

“Hari ini KPU Kota Bogor melaksanakan rapat pleno hasil penghitungan suara untuk Pilgub dan Pilwalkot. Alhamdulillah semua berjalan lancar, tertib dan semua saksi paslon menerima hasil. Setelah kami tetapkan (rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilwalkot), nanti kami akan terbitkan SK atau surat keputusan tentang penetapan hasil rekapitulasi penghitungan suara ini,” papar Ketua KPU Kota Bogor Undang Suryatna usai pleno.

Lain halnya dengan Pilgub, Undang menambahkan, penetapan rekapitulasi akan dilakukan pada rapat pleno tingkat KPU Provinsi Jawa Barat, 7-8 Juli 2018.

Terkait tingkat partisipasi, Undang menyebut, pemilihan serentak di Kota Bogor mengalami peningkatan hingga 12 persen dibanding pemilihan pada 2013.

“Kalau Pilkada 2013, 63 persen. Kali ini, 75,35 persen. Naik sekitar 12 persen. Oleh karena itu, tentu saja kami berharap ini bisa ditingkatkan lagi saat Pemilu 2019,” tutur Undang.

Yang unik pada pleno rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pilkada Serentak tingkat Kota Bogor adalah hasil akhir pada kedua pemilihan baik Pilgub maupun Pilwalkot memiliki kesamaan pada urutan perolehan suara terbanyak.

Undang menyampaikan, untuk Pilgub, berdasarkan hasil pleno urutan suara terbanyak diperoleh paslon nomor urut tiga (Asyik) dengan 173.955 suara atau 34,99 persen, terbanyak kedua diperoleh oleh paslon nomor urut satu (Rindu) dengan 164.954 suara atau 33,18 persen, kemudian paslon nomor urut empat (2DM) dengan 110.337 suara atau 22,19 persen dan nomor urut dua (Hasanah) dengan 47.947 suara atau 9,64 persen.

“Demikian halnya untuk Pilwalkot juga ternyata susunannya sama. Nomor urut tiga dapat perolehan suara terbanyak (215.708 atau 43,64 persen), kemudian yang kedua adalah nomor urut satu (153.407 atau 31,03 persen), ketiga nomor urut empat (63.334 atau 12,81 persen) dan keempat nomor urut dua (61.871 atau 12,52 persen),” jelas Undang.

Berdasarkan aturan yang berlaku, kata Undang, paslon yang tidak puas dengan hasil rapat pleno rekapitulasi dapat mengajukan gugatan pada Mahkamah Konstitusi, dengan batas waktu paling lama tiga hari sejak ditetapkan hasil rekapitulasi.

Dalam peraturan perundang-undangan, gugatan dapat dilakukan hanya jika terdapat selisih perolehan suara maksimal 0,5 persen.

“Kalau dilihat dari hasil perolehan, kecil kemungkinan ada gugatan ke MK. Saya pribadi sangat bangga dengan paslon, karena kami menjalin komunikasi. Pada umumnya mereka menerima hasil rekap. Sehingga Alhamdulillah pleno berjalan lancar. Kami juga berusaha sebisa mungkin agar seluruh penyelenggaraan ini berintegritas,” tandasnya. (HUPMAS)

KPU KOTA BOGOR

Link

Link MK 

Link DKPP