Jumat, 15 Desember 2017

193 HARI

 

 

 

 

 

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengingatkan para PNS di lingkungannya untuk menjaga netralitas dan profesionalistasnya menjelang Pilkada. Ia meminta jadikan Pilkada momentum ajang netralitas dan profesionalitas.

"Ujian menghadapi Panca Prasetya KORPRI," kata Bima dalam peringatan HUT Korps KORPRI ke-45 di Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/11).

Ia mengatakan, pengabdian anggota KORPRI bukan untuk individu atau kelompok tetapi pengabdian untuk bangsa, negara, dan rakyat. Menurutnya, menjaga netralitas dan profesionalisme PNS jelang Pilkada 2018 sesuai dengan tema HUT KORPRI "Bersama Korpri Meneguhkan Netralitas dan Meningkatkan Profesional Aparatur Sipil Negara".

"Tema KORPRI sangat tepat semangatnya dalam menyambut Pilkada serentak nanti," katanya. Lebih lanjut Bima menyampaikan, terkait pemberantasan praktik korupsi dan pungli, tentang peningkatan kualitas layanan publik dan memenangkan kompotensi global dengan peningkatan pelayanan publik prima.

"KORPRI ada di garis perjuangan terdepan agar Indonesia menjadi pemenang di kompotensi global," katanya.

 

Menurutnya, masyarakat membutuhkan KORPRI yang disiplin, bertanggungjawab, dan berorientasi pada kerja. "Segera tinggalkan pola pikir masa lalu seperti egosektoral, mental priyayi, mental penguasa dan mental koruptif," kata Bima.

 

 

 

 

 

Bogor (ANTARA News) - Pemerintah Kota Bogor Jawa Barat terus mematangkan rencana pembangunan Museum Pemilu dengan mencarikan lokasi atau tempat untuk pendirian museum tersebut.

"Untuk Museum Pemilu harus mencari tempat, masalahnya sekarang kita belum menemukan tempat yang pas," kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, di Bogor, Selasa.

Bima mengatakan, dalam pertemuan dengan komisioner KPU, Senin (3/11) kemarin di Balai Kota, selain melaporkan hasil penyelenggaraan Pemilu di Kota Bogor juga dibahas rencana pembangunan Museum Pemilu.

Menurut Bima, KPU telah menyiapkan segala dokumentasi seperti data penyelenggaraan pemilu di Kota Bogor selama proses proses Pilkada mulai dilaksanakan.

"KPU telah menyiapkan segala dokumentasinya mulai dari atribut kampanye, logistiknya, kaos, spanduk, film dan foto-foto selama penyelenggaraan Pemilu di Kota Bogor," kata Bima.

Bima menambahkan, jika lokasi tempat pendirian museum telah didapat pembangunan Museum Pemilu Kota Bogor akan segera diwujudkan.

Sementara itu, wacana pembangunan Museum Pemilu di Kota Bogor disampaikan Bima Arya setelah dirinya dinyatakan sebagai pemenang pemilihan kepala daerah pada September 2013 lalu.

"Seperti kata orang bijak, bangsa yang besar adalah bangsa yang belajar dari sejarah. Museum ini bagian dari sejarah, karena menyimpan arsip dan dokumentasi terutama pelaksanaan pemilu yang telah dilakukan di Kota Bogor," ujar Bima.

Bima mengatakan, Keberadaan museum ini nantinya sangat penting karena bagian dari pendidikan berpolitik ke depannya karena museum akan menyimpan arsip penyelenggaraan pemilihan kepala daerah di Kota Bogor.

Bima menambahkan, dengan adanya Museum Pemilu Kota Bogor akan menambah jumlah museum yang sudah ada di Kota Hujan tersebut.

Nantinya, lanjut Bima dalam pengelolaan Museum akan dibuat peta terorganisir agar keberadaan museum bisa dikelola dengan baik dan menjadi bagian dari pengembangan sektor pariwisata di Kota Bogor.

Sementara itu, Kordinator Komisioner Divisi Hukum, SDM dan Pengawasan KPU Kota Bogor, Siti Natawati, mengatakan, dengan adanya Museum Pemilu akan menjadi referensi sejarah penyelenggaraan pemilihan umum di Kota Bogor.

"Ini akan menjadi pendidikan politik tidak hanya bagi warga Bogor tetapi seluruh warga negara Indonesia," ujar Siti.

Siti mengatakan, jika pembentukan Museum Pemilu Kota Bogor terealisasi akan menjadi museum pertama di Indonesia karena belum ada kota maupun kabupaten yang memilikinya.

Menurut Siti, ide awal pendirian Museum Pemilu berasal dari Bima Arya yang melihat Museum Pemilu di Canberra Australia, ide ini disambut oleh KPU yang juga memiliki agenda yang sama.

Siti mengatakan, pengelolaan museum dapat dilakukan oleh KPU, arsip yang akan disimpan adalah dokumen pemilihan umum kepala daerah yang dilakukan secara langsung yakni mulai tahun 2008.

"Kami juga memiliki agenda seperti itu mendirikan Museum Pemilu. Kami berharap rencana ini terealisasi bersamaan dengan gedung KPU yang permanen," ujarnya.

KPU KOTA BOGOR

Link

Link MK 

Link DKPP