Sabtu, 20 Oktober 2018

Liputan6.com, Bogor : Aparat Kepolisian dari Polres Bogor Kota sudah mulai melakukan pengamanan untuk perlehatan Pemilu 2014. Pengamanan ini mulai dilakukan pada percetakan logistik surat suara Pemilu di PT Ghalia Indonesia yang terletak di Desa Bojong Kerta, Kecamatan Bogor Selatan."Kami sudah mulai menjaga dan mengamankan tempat-tempat percetakan untuk membuat logistik pemilu yang ada di wilayah hukum Polres Bogor Kota," ujar Kapolres Bogor Kota, AKBP Bahtiar Ujang Purnama saat meninjau PT Ghalia, Rabu (12/2/14).

Menurutnya, pengamanan dilakukan dengan cara setiap anggota patroli dan menempatkan petugas di percetakan yang ada di wilayah Polres. "Nanti yang jaga dari kepolisian 3 personel dibantu dari unsur TNI 3 orang selama 24 jam nonstop," katanya.

Pengamanan pengawalan logistik ini, jelas Bahtiar, sesuai dengan prosedur, dan dilaksanakan hingga pendistribusian surat suara.

"Pengawalan hingga bulan Maret hingga pendistribusian, mereka bergantian melakukan penjagaan, dengan dua shift," ucapnya.

Sejauh ini, ungkapnya, belum ada kendala yang berarti terkait dengan pengamanan pencetakan surat suara. "Kami memiliki tanggungjawab untuk melaksanakan pengawasan agar pross percetakan berjalan lancar," pungkas Bahtiar. (Mut)

Sedikitnya 800 personil gabungan dikerahkan untuk mengamankan Pemilu 2014.  Personil yang dikerahkan yaitu  dari jajaran Polres Bogor Kota, TNI,  Instansi terkait dan Polmas.

Apel gelar Pasukan OPS Mantap Brata Lodaya 2014 digelar di Mapolres Bogor Kota, Senin (10/2/2014).

Apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan Pemilu dipimpin Walikota Bogor Diani Budiarto selaku inspektur upacara dan dihadiri jajaran Muspida Kota Bogor.

“Kita siap menggelar pengamanan pemilu 2014. Personil keseluruhan akan dilibatkan sekitar 800 personil dari Polres Bogor Kota.

" Namun akan dibantu dari TNI, Pol PP, Dishub,“ ujar Kapolres Bogor Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bachtiar Ujang Purnama usai apel gelar Pasukan OPS Mantap Brata Lodaya 2014 di Mapolresta Bogor, Senin (10/2/2014).

Bachtiar mengharapkan partisipasi masyarakat untuk menjaga ketertiban dan mensukseskan pemilu sangat diperlukan. Karena Bachtiar memperkirakan ada sekitar 200 TPS baru yang menjadi masuk kategori titik rawan.

“Ada penambahan 200 TPS. Ini merupakan titik rawan karena selama ini belum terkonsep. Dan sekarang akan dikonsepkan baru. Kita berkoordinasi dengan KPU di mana saja lokasi TPS tersebut,” ujar Bachtiar.

Sementara itu dalam apel gelar pasukan OPS Mantap Brata Lodaya 2014 tersebut Walikota Bogor Diani Budiarto membacakan sambutan tertulis Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Pol Sutarman.

Dalam  sambutannya, Kapolri Sutarman antara lain mengatakan bahwa apel digelar di seluruh wilayah di Indonesia dilakukan untuk mengecek kesiapan personil dan kelengkapan sarana dan prasarana POLRI beserta unsur terkait sebelum terjun ke lapangan.

“Diharapkan dapat berjalan dengan optimal dalam rangka mensukseskan pengamanan Pemilu 2014,” kata Sutarman.

Sutarman mengharapkan agar kegiatan Pemilu 2014 dapat berjalan dengan aman dan lancar. Polri selaku penanggung jawab keamanan dalam negeri berkewajiban untuk mengawal, menjaga dan mengamankan Pemilu 2014.

“Dengan mengerahkan segala sumber daya yang ada serta memperkokoh kerjasama sinergis dengan penyelenggara Pemilu, TNI, masyarakat dan mitra keamanan lainnya. Agar pesta demokrasi berjalan aman, jujur, adil dan demokratis,” tegas Sutarman. (Agus/Dian)

KPU KOTA BOGOR

Link

Link MK 

Link DKPP