Sabtu, 20 Oktober 2018

Lima komisioner baru Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor untuk periode 2013-2018 telah dilantik dan dikukuhkan oleh KPU Provinsi Jawa Barat (Jabar), Senin (23/12) lalu. Diantara lima orang itu, tiga diantaranya merupakan komisioner petahana.

Sekretaris KPU Kota Bogor, Encep Mochammad Ali Alhamidi  , diantara dua nama yang baru itu adalah Bambang Wahyu dan Samsudin. Masing-masing adalah berasal dari akademisi dan mantan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Sedangkan tiga lainnya yaitu Undang Suryatna, Edi Kholki Zaelani, dan Siti Natawati.

"Dengan telah dilantiknya komisioner yang baru ini, maka dalam menghadapi Pileg dan Pilpres 2014 nanti KPU Kota Bogor sudah memiliki ketua dan anggota-anggotanya," kata Encep di Kantornya, Jum’at (27/12/2013)

Kelima komisioner itu, lanjutnya, memiliki potensi untuk memimpin KPU Kota Bogor ke depannya. Tiga anggota incumbent telah terbukti berhasil melaksanakan kinerja selama lima tahun, dan mempunyai pengalaman yang mendasar untuk memimpin KPU Kota Bogor.

"Sedangkan Samsudin juga memiliki pengalaman selama sepuluh tahun di PPK, dan Bambang adalah seorang akademisi yang memegang etika. Sehingga sudah saatnya dari dunia ilmiah terjun ke dunia praktisi. Semua calon sangat layak, tinggal meningkatkan kapasitasnya saja,” jelas Encep. (lan/yan)

Penggunaan Totopong (Ikat Kepala) yang merupakan ciri budaya sunda kini  menjadi trend di Kota Bogor. Penggunaan totopong terus dimasyarakatkan dalam bebagai event kegiatan.

 Seperti dalam rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bogor yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor di Gedung Brajamustika Jalan Dr. Sumeru Kota Bogor, suasananya kental dengan nuansa sunda.

Selain para komisioner KPU mengenakan pakaian adat sunda peserta yang hadirpun diharuskan mengenakan totopong. Totopong atau iket kepala dari kain batik ini dikenakan peserta pleno yang terdiri dari para anggota PPS (Panitia Pemungutan Suara) dan PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan).

Bahkan, para pendukung pasangan calon yang menyaksikan rekapitulasi perhitungan suara mengenakan totopong.  “ Kita sengaja membagikan totopong dan mengenakan pakaian adat sunda untuk menghilangkan kesan politik. Kita ingin menunjukkan  pemilihan kepala daerah Kota Bogor mengedepankan asas santun, dan berbudaya," kata Ketua KPU Kota Bogor Agus Teguh Suryaman, Kamis (19/11/2013)

Selengkapnya: Totopong Jadi Trend, Pleno KPU Kental dengan Nuansa Sunda
KPU KOTA BOGOR

Link

Link MK 

Link DKPP