Selasa, 23 Januari 2018

154 HARI

Jakarta,kpu.go.id- Dalam Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), diatur bahwa setiap pegawai ASN memiliki hak dan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), Seminar, Kursus dan Penataran. 

Hal tersebut disampaikan Sekarlinasti Kepala Bagian Pendidikan dan Pelatihan Biro SDM Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam acara knowladge sharing hasil Diklat eselon IV, Selasa (21/3).

"Keterbatasan anggaran, membuat pengembangan kompetensi bagi ASN melalui Diklat, Seminar, Kursus dan Pelatihan sulit untuk dilaksanakan,"ujarnya.

Sekar merinci, dikarenakan konsekuensi  anggaran yang cukup besar, membuat knowladge sharing menjadi solusi bagi ASN di KPU yang belum dapat ikut kedalam diklat.

Dalam kegiatan tersebut dipaparkan 3 (tiga) materi yakni, penyusunan dan penetapan standar pelayanan pemeliharaan dan perbaikan kendaraan dinas di lingkungan sekretariat jenderal KPU, Penyusunan Instrumen Naskah Akademis Pembentukan Jafung Penata Kelola Pemilu di Lingkungan Sekretariat Jenderal KPU, dan Pembentukan Sistem Monitoring Keuangan (SIMONIKA) untuk peningkatan akuntabilitas pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran (LPPA) pada KPU RI, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota se-Indonesia (ajg/red.FOTO KPU/ajg/Humas)

 

 

 

Jakarta, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar Seminar Kesehatan dengan tema “ Hidup Sehat, Lingkungan Sehat, Bebas TB”, Selasa (21/3) di Ruang Sidang Utama Lantai 2 KPU RI.

Kegiatan yang diikuti oleh para pegawai Sekretariat Jenderal (Setjen) KPU RI ini mengambil tema terkait Tuberkulosis atau yang lebih sering disingkat TB. Hal ini mengingat pentingnya kesehatan paru-paru manusia dalam menunjang pekerjaan sehari-hari.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPU RI Arief Rahman Hakim dalam sambutannya mengingatkan bahwa KPU sedang menjalankan tahapan Pilkada 2017 dan menyongsong Pemilu 2019. Pegawai KPU membutuhkan kesehatan jasmani dan rohani untuk bisa memberikan kontribusi terbaiknya bagi bangsa.

“Semakin kesini kantor kita semakin bersih, lingkungan kantor juga semakin sehat. Untuk para perokok, dilarang merokok di dalam ruangan, silakan merokok di ruang terbuka, apabila kedapatan merokok di dalam ruangan, laporkan ke Biro SDM,” tegas Arief saat membuka seminar kesehatan tersebut.

Merokok itu mengganggu kesehatan, apalagi saluran pernafasan, tambah Arief. Hal ini menguatkan komitmen untuk hidup sehat, tidak boleh egois, dan mementingkan kepentingan bersama. Hidup sehat itu harus dengan niat dimulai dari diri sendiri.

Sementara itu pembicara utama seminar ini Dr. Elisna Syaruddin, Sp.P, Ph.D menyampaikan pentingnya kesehatan paru yang multi fungsi dengan organ lain. TB diakibatkan oleh mycobacterium tuberculosis, dan sebenarnya kuman tersebut dapat mati dalam dua menit apabila terkena sinar matahari.

“Rumah yang sehat itu apabila sinar matahari bisa masuk ke dalam rumah dan mempunyai ventilasi yang baik. TB ini bisa mengenai semua golongan, tidak hanya orang miskin, orang kaya pun bisa. Batuk itu normal, karena batuk itu mekanisme pertahanan paru, maka banyak orangtua sering terinfeksi karena batuknya sudah tidak bagus,” papar Elisna.

Elisna juga mengungkapkan, bahwa kaum lelaki lebih banyak menderita TB dibanding perempuan, karena lelaki banyak yang merokok. Merokok dapat membuat mekanisme pertahanan menjadi lebih rendah, baik itu perokok aktif maupun pasif.

TB adalah penyakit menular melalui udara, bakteri ditularkan melalui droplet penderita yang batuk atau bersin. Untuk itu Elisna meminta para penderita ini harus menutup mulut saat batuk atau memakai masker. Pemeriksaan penderita TB dengan bakteriologik, yaitu pemeriksaan dahak, cairan, dan jaringan. (Arf/Red. FOTO/Arf/Hupmas)

 

 

 

JDIH

KPU KOTA BOGOR

Link

Link MK 

Link DKPP